Selasa, 23 Februari 2016

Cara menyetting atau configurasi Fail Over




 Fail over adalah beralih ke server komputer berlebihan atau siaga, sistem, komponen perangkat keras atau jaringan pada kegagalan atau pemutusan abnormal aplikasi sebelumnya aktif, [1] server, sistem, komponen perangkat keras, atau jaringan. Failover dan peralihan dasarnya operasi yang sama, kecuali failover yang otomatis dan biasanya beroperasi tanpa peringatan, sementara peralihan memerlukan campur tangan manusia.

Fail over juga bisa di artikan sebagai teknik membackup koneksi internet dalam arti misalnya koneksi dari ISP1 down maka koneksi akan secara otomatis berpindah ke ISP2 dan sebaliknya, tetapi jika ISP1 up lagi maka koneksi akan berpindah ke ISP1. Jika di setup priority koneksi misalnya ISP1 sebagai priority dan ISP2 sebagai backup maka ISP1 yang akan dijadikan priority sebagi koneksi ke internet utama. 

Setting Fail Over

Kita konfigurasi Mikrotiknya melalui winbox 
    Misalkan :
- Interface   = ether1 kita comment sebagai Indonet
                       ether2 kita comment sebagai Speedy
                       ether3 kita comment sebagai Lan  
- IP address = untuk Indonet kita kasih ip : 1.1.1.2/24 interface=ether1
                       untuk Speedy kita kasih ip : 2.2.2.2/24 interface=ether2
                       untuk Lan kita kasih ip : 192.168.1.1/24 interface=ether3
- IP Gateway = - gateway = 1.1.1.1 cek gateway = ping distance = 1
                         - gateway = 2.2.2.1 cek gateway = ping distance = 2
                 Gateway yang distancenya berjumlah 1 sebagai primery 
                 Gateway yang distancenya berjumlah 2 sebagai backup  
- DNS = 8.8.8.8 Allow-remote-requests = yes
- Firewall = Chain : srcnat src-address : 192.168.1.0/24 action : masquerade

Apakah cukup jelas? teman-teman..

0 komentar:

Posting Komentar